RSS

Are We Done Yet?

02 Jan

Pernah melihat “Are We Done Yet” film yang diputar di trans TV dimasa liburan ini .  Hmmmm tanpa sengaja waktu itu aku nonton film ini, karena sudah lihat film pertamanya sehari sebelumnya dan mendapat respon positif dari otakku. Akhirnya aku menyempatkan nonton sekuelnya ini. Dan…. wawwww film ini luar biasa. Di film ini diceritakan ada suatu rumah yang dibeli oleh seseorang pria dan rupanya rumah ini hancur total, temboknya lapuk, listriknya rusak. Sang pria ini menyalahkan kontraktor yang menjualkan/ menawarkan rumah ini kepadanya . Dia juga merasa sangat marah karena kontraktor yang juga merupakan orang yang mau memperbaiki rumahnya ini, sejak masuk kerumahnya Terasa membuat kehidupan dan rumahnya semakin parah. Disaat orang ini emosi dan marah kepada kontraktor ini ada suatu kata-kata dari kontraktor ini yang sangat mengena di hatiku. Kontraktor ini bilang begini, Hei rumah ini bila kamu lihat sekarang memang hancur, tapi ini adalah rumah yang sempurna disaat rumah ini selesai diperbaiki maka rumah ini adalah suatu rumah yang sangat cocok buatmu. Dan memang di akhir cerita rumah ini menjadi rumah yang luar biasa.

Apakah kamu melihat cerita yang sama di hidupmu? Suatu saat dimana Tuhan datang dalam hidup kita terkadang kita merasa hidup kita menjadi sangat berantakan tidak jadi tambah baik malah jadi sangat buruk. Tapi tahukah kalian kalau Tuhan sedang melakukan renovasi di rumah kehidupanmu. Karena rumah kehidupanmu sudah terlalu banyak kerusakan dalam kehidupanmu. Disaat suatu rumah direnovasi maka suatu hal yang sangat wajar kalau ada beberapa bagian yang dihancurkan terlebih dahulu. Tapi setelah itu rumah ini akan dijadikan baik. Sama dengan renovasi yang dilakukan Tuhan ke kehidupan kita. Kehidupan kita sebenarnya sangat sempurna, tapi terkadang kehidupan kita digerogoti dan keropos oleh rayab kehidupan. Jadi dibutuhkan Tuhan untuk merenovasi kehidupan kita. Jadi my friend janganlah engkau merasa jengkel, emosi, dan bahkan menghujat Tuhan bila kehidupanmu menjadi lebih buruk saat engkau menerima Dia menjadi Tuhanmu, karena sebenarnya Dia sedang merenovasi kehidupanmu. hahaha

It was the perfect house, until he decide to fix it

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2010 in Movie's Essence

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: