RSS

Tag Archives: Compassion

Apa Tuhan Tidak Adil???

Pernahkah kamu berpikir Tuhan tidak adil? Aku ga pernah mikir seperti itu, cuma aku pernah berpikir napa kok ada yang diciptakan jadi pengemis? Kok ada yang hidupnya super enak karena terlahir di keluarga yang kaya? Jadi? apa Tuhan tidak adil?

Saya yakin dan percaya Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang adil. La trus, napa kok ada perbedaan kehidupan? Ya….mengapa kita menganggap pengemis, anak-anak jalanan hidupnya lebih sengsara dari kita? Dan mengapa kita berpikir orang yang sangat kaya, hidup serba ada lebih bahagia daripada kita? Itu semua karena kita tanpa sadar menempatkan kita di dalam posisi mereka. Tanpa sadar kita berpikir “Wah….kalo aku jadi pengemis pasti susah banget….ga bisa ini…..ga bisa itu…”,karena kita sudah hidupnya lebih enak daripada itu maka kita merasa ga kuat, ga tahan bila harus hidup seperti pengemis yang hidupnya serba kekurangan….sama halnya bila kita melihat orang yang lebih kaya daripada kita, kita juga akan berpikir bila kita di posisi mereka pasti akan mantap banget…

Tapi apa benar pengemis tidak punya kesenangan dan orang kaya tidak punya kesedihan? Kalau memang pengemis tidak pernah punya kesenangan dan orang kaya tidak punya kesedihan, aku berani berkata Tuhan tidak adil. Pengemis pasti memiliki kesenangannya sendiri dan orang kaya juga memiliki kesedihannya sendiri. Mungkin kita tak mengerti kesenangan dan kesedihan mereka tapi aku yakin mereka punya itu semua. Mengapa? Karena kebahagiaan dan kesedihan adalah aspek kehidupan yang selama manusia masih memiliki jantung yang berdetak selama itu juga dia memilikinya.

Jadi? Apa Tuhan itu tidak adil? Absolutely NO!!!!!!

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2010 in A Momment's Though

 

Tags: , , ,

Ketika Hatiku Bicara

Hari itu aku pergi sama beberapa temenku. Tiba-tiba di tengah jalan aku liat suatu pemandangan yang membuat hatiku sedih sekaligus bersyukur. Aku melihat seorang laki-laki memakai tas seperti tas seles, berpakaian putih(atau agak krem gitu) dan bercelana kain dengan warna tua. Dia mengangkat suatu tongkat tinggi-tinggi, saat aku memperhatikan lagi perilaku orang ini, maka aku menyadari kalau Pria ini Tuna Netra. Dan dia mau menyebrang jalan. Hatiku sedih sekali ngliat pemandangan seperti itu. Aku saat itu juga langsung bersyukur ke Tuhan atas segala sesuatu yang dia kasih selama ini. Aku ga buta, aku ga tuli, semua panca inderaku bekerja sempurna. Tapi apa aku pernah mensyukurinya? Engga…. Bahkan aku ga pernah menyadari kalau ini adalah anugrah dari Tuhan. Maka saat itu juga, aku bersyukur padaNya atas segalanya.

Jadi terkadang kita merasa semuanya itu normal. Kita bernafas,kita melihat, keta merasa itu memang sudah semestinya. Tapi sadarkah kita, siapa yang membuat kita bernafas dan melihat? Dialah Allah yang memberi kita kehidupan, Dia yang memberi kita segalanya. Bersyukurlah selama lidah ini bisa bersyukur, lihatlah semua keindahan yang sudah Dia buat selama mata kita masih bisa melihat. Jangan sampai segalanya terlambat.

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2010 in My Experience

 

Tags: , , ,

 
%d bloggers like this: