RSS

Tag Archives: Perseverance

Changed after Changing

Pernahkah kamu merasa dimana walaupun kita berdoa mati-matian, melakukan berbagai puasa, mengikuti altar call beribu-ribu kali (lebay mode on) dan lain-lain tapi suatu dosa tidak bisa hilang atau selalu jatuh dalam dosa tersebut? Kalau iya, maka coba baca post-ku kali ini semoga bisa membantu anda. hohoho. enjoy

Jujur aku memiliki pergumulan terhadap satu dosa. Yang membuat aku kadang sedih adalah banyak hal sudah aku lakukan tapi kadang maish jatuh dalam dosa ini. Sampai suatu kali aku mendengar ada retreat yang berjudul “Resurrection” retreat ini diadakan oleh Mawar Sharon Harvest, dan kebetulan aku berjemaat disana. Entah mengapa dari sejak pertama kali aku mendengar tentang Retreat ini aku merasa kalau aku akan dilepaskan dari dosa ini kalau aku mengikuti retreat ini. Dan aku percaya dengan pemikiran itu.

Dan hari yang aku tunggu-tunggupun tiba, aku datang ke Bukit Doa Immanuel (BDI), tanggal 4 Maret 2011. Dan yang terjadi berbeda jauh dari ekspektasiku, session demi session aku ikuti dengan antusias dan aku bekajar suatu hal yang sangat menarik dan ini yang mau aku sampaikan ke kalian semua.

Disana aku menjadi Counselor dadakan, bagi yang ga tau counselor akan aku jelaskan counselor adalah yang melayani para orang yang maju dalam Altar Call (panggilan dari pendeta untuk maju ke altar), saya disuru menjadi counselor untuk mendoakan juga. Session demi session aku ikuti tapi sepertinya tidak terjadi apa-apa denganku. aku tidak mengalami manifestasi atau apapun juga. yang aku rasakan adalah rasa senang yang luar biasa saat melihat banyak orang yang maju altar call termasuk 2 temanku yang kuajak ikut rereat juga. Memang tidak dipungkiri hadirat Tuhan begitu terasa dan nyata di sana.

Tapi…

Bagaimana dengan kelepasan dosaku?

Setelah Session 2 aku tiba-tiba teringat dengan perkataan seorang pendeta, bahwa terkadang kita harus melayani dulu baru setelah itu kita akan dilayani. Dan akhirnya aku sadar kalau inilah jawaban dari segala pergumulanku melawan dosa. Dimana kita harus terlebih dahulu melepaskan orang-orang lain dari dosa maka kita akan terlepas dari dosa. tapi jangan salah, ini hanyalah salah satu cara untuk lepas dari dosa, di banyak kasus lain ada juga orang yang langsung lepas dari dosa saat dia altar call dan lain sebagainya, sekali lagi aku tegaskan bahwa ini bukan cara mutlak. tapi tentu saja pantas untuk dicoba.

Dan diakhir Session 3 aku mendapat perkataan yang tiba-tiba saja muncul di hati

Changed after Changing…

Blessed after Blessing…

 

by His Blessed

Sheirs Yuu

 

 
 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Belajar dari Kecoa

Kecoa….Semua orang pasti tahu dengan binatang satu ini. Jujur saya paling benci dengan binatang satu ini. Melihat kecoa saja saya sudah merasa sangat jijik. Bahkan saya lebih memilih untuk lari kalau bertemu dengan binatang satu ini daripada membunuhnya. Hmmmm dulu saya malu dengan ketakutan saya terhadap kecoa, tetapi setelah saya melihat teman cowo saya yang lain, tidak sedikit dari mereka yang juga takut dengan kecoa. hahahhaha.

Hmmmmm  lalu buat apa saya membuat post ini? Apakah saya ingin mempermalukan diri saya sendiri? Tentu saja tidak. Jadi apa maksud judul “Belajar dari Kecoa” yang saya tulis diatas? Jadi begini…apa kamu pernah melihat kecoa yang terbalik tubuhnya? Apa yang kamu lihat bila kecoa terbalik tubuhnya? Apa kecoa akan diam saja? TIDAK!!!!! Serangga kecil ini akan berusaha sekuat mungkin untuk kembali membalikkan tubuhnya sehingga kecoa bisa kembali berjalan atau mungkin terbang. Pernah dengar kata-kata “Manusia-manusia ini gigih sekali seperti kecoa!!!” terlihat seperti ejekan yang sangat kasar ya? Tapi tidak bisa disangkal kalau kecoa itu memang hewan yang sangat gigih. Kecoa akan terus berusaha membalikkan tubuhnya sampai akhirnya mati, atau kita bisa berkata kecoa berjuang sampai mati.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita gigih seperti kecoa? Berapa banyak hal yang kita mulai tapi kita tinggalkan begitu saja saat kita merasa hal itu sulit untuk kita selesaikan? Berapa banyak pekerjaan yang kita tinggalkan hanya karena beberapa rintangan yang menghadang? Berapa banyak mulut kita mengatakan “Ahhhh itu sulit banget!!” , “Mana bisa aku melakukan hal seperti itu, itu terlalu sulit?” ? Bila pertanyaan itu ditanyakan kepada saya, jujur saja banyak sekali hal dan pekerjaan yang sudah saya tinggalkan dan tidak sedikit kata-kata keputus-asaan yang sudah keluar dari mulutku. Tapi…setelah saya mengerti kegigihan seekor kecoa, saya mau berubah. Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga mau belajar dari kecoa? Apakah anda mau gigih seperti kecoa? Kecoa saja tahu arti dari berjuang sampai mati, bagaimana dengan anda?

nb : ermmm walaupun saya mengetahui kelebihan dari kecoa, tapi sayang sekali saya tetap tidak suka dengan kecoa. >,<

 
3 Comments

Posted by on January 10, 2010 in A Momment's Though

 

Tags: , , ,

 
%d bloggers like this: